Selasa, 20 Juli 2010

kiat jitu mempercantik wajah dengan tahajud

sumber: milis muslimah_sholehah

Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar wajahnya putih alami dan berseri.

Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini?

Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari.

Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]

Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.

Keutamaan Shalat Tahajjud
Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.

1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah
..Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).

2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah
Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]

3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.(Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:

Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]

link: catatan bangga memakai jilbab

Senin, 19 Juli 2010

hubungan yang sakit, akan semakin sakit bila tak menjalin komunikasi dengan baik..

so, lunakkan hati mu dan berbuatlah..

karena dia adalah obat hatimu, lalu apa yang kamu tunggu saat ini, segera lunakkan ego mu untuk kekasih tersayang merupakan hal terbaik.

ALLAH maha melihat, itu kemampuanmu yg di tunggu untuk menunjukkan keberanian hati.

ayoo bergerak,, cintailah apa yang kamu cinta..

....

"Para wanita menunjukkan rasa sayangnya dengan mendengarkan dan berusaha membuat pasangannya merasa lebih baik," kata Warren, "tapi pria, melihat Anda terlibat masalah dan hanya mendengarkan, sama saja dengan melihat tubuh Anda berdarah dan tidak melakukan apa-apa. Sebaliknya, memberikan nasihat sama halnya dengan membalut Anda dan menghentikan darahnya. Ini adalah cara mereka untuk berkata, "Saya akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan kamu."

bekal menuju pernikahan

Oleh : Aa Gym

DARI lubuk hati yang paling dalam setiap insan pasti ingin memperoleh ketenteraman dalam rumah tangganya. Suami yang bisa melindungi istri, istri yang mampu mencintai dan mendidik anak-anak, anak-anak yang santun serta berbakti, adalah suatu cita-cita ideal yang akan terus bergolak dalam setiap jiwa.

Dengan demikian, untuk kedua mempelai, membangun keluarga menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, jelas membutuhkan persiapan yang baik. Sebuah keluarga tidak akan tumbuh serta merta menjadi baik dengan sendirinya tanpa persiapan yang baik pula. Lalu, faktor-faktor apa saja yang perlu kita persiapkan? Mudah-mudahan beberapa "resep" berikut ini dapat membantu membuat perjalanan pernikahan menjadi indah dan menenteramkan kalbu.

Pertama, software-nya,

yakni kalbu kita yang harus selalu yakin kepada Allah. Karena yang bisa menimbulkan orang stres, tidak bisa menerima kenyataan, sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia yang lemah kepada Allah. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri kita ini milik Allah. Calon istri atau suami kita adalah milik Allah. Yang mengetahui segala perasaan pada diri kita adalah Allah. Yang memerintahkan kita menikah adalah Allah. Pernikahan yang terjadi juga dengan izin Allah.

Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena pertolongan Allah. Jadi, kuncinya adalah Allah. Kalau kita tidak yakin kepada Allah, kita tidak akan mendapatkan kuncinya. Allah-lah yang menjanjikan kita berpasang-pasangan. Allah-lah yang menyuruh kita menikah. Dan menikah itu ibadah, sedang Allah menyuruh kita ibadah. Jadi, kita tidak perlu merasa ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Allah. Kita tidak boleh su'udzan sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena penampilan kita yang kurang menarik dan pendidikan yang rendah. Atau karena orangtua kita yang dianggap miskin. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Allah. Sebab wajah maupun harta yang ada pada kita sesungguhnya bukan milik kita, semuanya milik Allah.

Kedua, tingkatkan kepribadian kita supaya disukai Allah.

Perbaikilah apa pun yang dapat kita lakukan. Akhlak kita, perbuatan dan tingkah laku kita. Jagalah pandangan, bergaullah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Allah. Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat. Sebab sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Allah. Apa pun yang kita perbuat pasti disaksikan-Nya. Maka, meningkatkan kualitas diri supaya disukai Allah adalah hal paling penting.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan kemauan, keinginan, dan uang. Rumah tangga adalah samudera masalah. Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di dunia. Akan tetapi setelah menikah, tidak jarang seorang suami malah merasa bahwa di dunia ini ternyata banyak wanita yang cantik, kecuali istrinya. Hal-hal seperti itu pun harus dikendalikan dengan kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat hanya karena masalah seperti ini.

Belum lagi dengan masalah lain yang sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa. Mertua, adik kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang masih bayi misalnya, semua bisa berpotensi menjadi masalah kalau kita tidak dewasa dan arif dalam menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak matang, tidak dewasa, dan tidak arif, jelas hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Demikian pula halnya dengan istri.

Ketiga, persiapan ilmu,

terutama ilmu agama yang membuat kita bisa beribadah dan beramal dengan benar. Dan yakinlah bahwa Allah pun pasti akan menolong kita, kalau kita beribadah dan beramal dengan benar.

Ilmu agama penting dikuasai supaya kita tahu standar yang benar, mana yang hak dan mana yang batil. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah saw. Karena memang hanya rumah tangga Beliaulah yang dapat menjadi acuan tepat dalam menegakkan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari sejarah rumah tangga Beliau. Misalnya, ketika Beliau pulang ke rumah malam hari, lalu ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya tertidur.

Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya Beliau berbaring di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Akan tetapi paling tidak kita memiliki standar yang jelas.

Keempat, belajarlah ilmu umum,

seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh,atau cara memahami wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani haid, ngidam, saat kehamilan, saat melahirkan, dan lain sebagainya. Begitu pun istri harus memahami bagaimana perilaku suami. Bagaimana emosinya, bagaimana karakternya, dan lain-lain. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan hal-hal seperti ini sangat diperlukan.

Kelima, persiapkan dan tingkatkanlah keterampilan.

Seperti keterampilan menata rumah, mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup, dan lain-lain. Hal ini perlu dilakukan, baik oleh calon suami maupun calon istri. Sebab setelah menikah, keduanya berpeluang untuk berpisah. Suami harus berpikir bahwa ajal bisa datang menjemput kapan saja. Maka seandainya sang istri meninggal lebih dulu, jangan sampai kelabakan karena tidak bisa menggantikan peran istrinya. Begitu pun bagi istri, ia harus siap ditinggal suaminya. Maka ia harus siap memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah penghasilan.

Begitulah beberapa persiapan penting yang harus ditempuh bagi siapa pun yang sudah berniat berumah tangga. Semakin maksimal mempersiapkannya, insya Allah masalah apa pun yang dihadapi tidak akan membuat goyah. Melainkan tetap tegar dan yakin bahwa Allah akan menolongnya, sebagaimana firman-Nya, "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. An-Nuur: 32)

Sabtu, 17 Juli 2010

ECLIPSE

woooaahhhhh.... hingga kini,, detik ini gue belum juga nonton ntu fiLm.. bete bete bete... apa cii yang gue tunggu,, gag bakal mungkin dia inget ma janjian buat nonton ma gue,, apa se yang gue harapin??? huffh...

inilah yg membuat gue maju mundur maju mundur buat beli tiked...
menyakini apa yang gag pasti, emang butuh banyak kesabaran... huffh.. tapi gue orangnya nepatin janji, Insya ALLAH.. gue gag bakal nonton ntu film sama siapa pun, kecuali dia. yaaa walaupun gue pengen bgt lihat lanjutannnyaa filmnya,, bayangin ajj part1,part2,, dan sekarang part3... huehue.. sedih mode on:: ceritanya nehh... ckckckck...

duHHh,, gue keterlaluan setia gag se,, mpe ngorbanin segini banyak kesempatan..
sabar nQ sabar yaa sayang..
pasti nonton kug ma dia.. tenang ajj.... mungkin dia sedang sibuk dengan kerjaannya ntu.. ato mungkin dia emang bener-bener lupa.. hahahaha... kasian bgtt lo::

gue sebenernya gag mikirin se, hal sepele gini doank..
tapiii ini sebuah pembuktian hati yg gue pengen liat dari dia..
apa hal hal kecil seperti ini, penting buat dia..
jgn mpe ributt lah,, malu ma kucing tetangga.. hahahhaa...

pulsa padahal tersedia setiap saat,, tinggal sms ato tlp.. easy lah... cuma bilang, "jadi nonton ato ngakkkkkkkkkkkk" dan bodohnya,, hal ntu gag gue lakuin.
rasa yg luar biasa,, buatt gue jadi emosi karena kasus ini.
bukan masalah nonton ato ngak nyaa.. tapi masalahnya nta filmnya keburu ditarik dari bioskop, kandas sudah gue gag liat robert pattinson... hahahaha... sepertinya gue sudah stresss... menanti janji dia..

udah akh,, stop dulu..
nta kebanyakan ketik,, malah ngawur...
menerbitkan kata-kata yg menyakitkan hati ndiri.. hehehe...

nQ syg ayy...